• Title: Orang Maiyah
  • Author: Emha Ainun Nadjib
  • ISBN: 9799010217
  • Page: 220
  • Format: Paperback
  • Orang Maiyah Orang Maiyah adalah orang yang membaca dirinya berulang ulang ribuan kali Di dalam Maiyah tak ada guru dan murid Semua orang adalah murid sang penghendak ilmu Hidup orang Maiyah tidak tergantung kek
    Orang Maiyah adalah orang yang membaca dirinya berulang ulang, ribuan kali.Di dalam Maiyah tak ada guru dan murid Semua orang adalah murid, sang penghendak ilmu.Hidup orang Maiyah tidak tergantung kekayaan dan atau kemiskinan, tetapi tergantung pada proses pembelajaran menggunakan akal dan nuraninya untuk menyutradarai hidup menuju yang pantas dituju Orang Maiyah menunOrang Maiyah adalah orang yang membaca dirinya berulang ulang, ribuan kali.Di dalam Maiyah tak ada guru dan murid Semua orang adalah murid, sang penghendak ilmu.Hidup orang Maiyah tidak tergantung kekayaan dan atau kemiskinan, tetapi tergantung pada proses pembelajaran menggunakan akal dan nuraninya untuk menyutradarai hidup menuju yang pantas dituju Orang Maiyah menunjukkan kepada kita bahwa Cak Nun bukanlah satu satunya tokoh kunci Cak Nun bukanlah orang suci yang berusaha mencerahkan bumi Buah pikirannya tertransfer kepada orang orang Maiyah lainnya, yang kemudian melanjutkannya lagi kepada orang orang di sekitar mereka Orang Maiyah adalah orang orang yang ikhlas dan mau berpikir.Bagi orang Maiyah, tanggal 17 menjadi saat yang paling ditunggu tunggu Dengan wajah cerah dan energi melimpah, mereka berkumpul selama lima hingga tujuh jam di suatu tempat, tanpa rasa lelah dan terpaksa Lalu, apa yang sesungguhnya membuat mereka bertahan Buku ini merangkum dialog Cak Nun dan tujuh orang Maiyah lainnya dalam menginternalisasi peran forum Maiyah dalam keseharian hidup mereka.

    One Reply to “Orang Maiyah”

    1. Bisa jadi satu-satunya yang kurang dalam buku ini ya kurang banyak. Hehehe. Betapa tidak, dengan hanya 108 halaman ini saja, saya kok sudah kepincut untuk tahu lebih banyak tentang Maiyah dan orang-orang yang selama ini berkecimpung di dalamnya. Kok rasanya damai ya baca cerita orang-orang dalam buku ini. Nilai-nilai esensial yang tadinya sudah kita ketahui serasa menjadi lebih bermakna dengan adanya kesaksian dari orang lain meskipun orang lain itu tidak kita kenal. Satu hal yang menarik juga m [...]

    2. Anda akan tersenyum membaca buku ini ketika anda sudah mengikuti perjalanan maiyah, kumpulan hasil yang di dapat selama mengikuti maiyah ini menyenangkan. Semua orang yang mengikutinya akan merasakan hal yang sama, bahagia dari hati yang paling dalam ~

    3. Awalnya agak susah dicerna karna penggunaan kata-kata yang maknanya luas, tapi membuat kita berfikir dan meresapi lebih dalam saat memahaminya nice book

    4. Kalau ditanya kawan, maiyah itu pa an? Enaknya dimulai dari mana ya?Sebenarnya dari mana saja boleh. Manut pengalaman masing masing saja. Bagaimana dengan pengalaman saya?Saya ndak kenal istilah maiyah sampai pandangan pertama saya yang jelalatan ngulik baca ide dan gagasan empunya ilmu.Kamu kalau jatuh cinta, membaca dan mendengar saja sudah membuatmu tertarik. Jadi hasrat saya yang tumbuh justru dari membaca tulisan beliau yang terbit ulang baik oleh mizan, gramed, maupun kompas. Kesan saya pa [...]

    5. Baca ulang buku ini, karena sedang mempertanyakan diri 'apa aku sudah termasuk orang maiyah?' karena sudah kurang lebih setaun ikut (ikutan) maiyah dan sok sok an jadi orang maiyah. Dan akhirnya sangsi sendiri. :)Setelah baca ini. Wah. Jauh!Ini kutipan beberapa pendapat dari Jamaah Maiyah alias Orang Maiyah atau dari Cak Nun yang ada di buku ini:- "Orang maiyah membaca dirinya berulang-ulang, ribuan kali, setiap ilmu harus dimasuki kembali dan tak terbatas. Cinta perlu dihayati, diakui dan dinya [...]

    6. "Serius menjalani hidup itu artinya ia bertanggung jawab secara nilai terhadap apa saja yang ia alami, terhadap setiap kata yang ia ucapkan, terhadap setiap keputusan yang ia ambil."Baru satu kali nonton kenduri cinta di yutup, satu kali ikut hadir di TIM, dan satu kali baca buku Cak Nun, yang terasa kuat adalah kerendahan hati, pencarian makna dan nilai diri, walaupun akhirnya malah muncul banyak pertanyaan lagi di kepala. Tapi saya jadi mulai lagi memetakan ulang isi pikiran, memilah2 mana yan [...]

    7. Buku kedua dari Cak Nun yang selesai kubaca di tahun ini setelah buku Cahaya Maha Cahaya. Buku yang berbeda bentuk tulisannya dari buku pertama yang kubaca. Buku pertama yang kubaca dulu berupa kumpulan sajak, buku yang satu ini isinya lebih cenderung pada tulisan bebas. Bukti bahwa Cak Nun bisa menulis dalam beragam bentuk tulisan.Tulisan yang sangat menggugah, semoga suatu saat kami -saya- diberi kesempatan untuk bersama-sama bermaiyah, berkumpul, dan ber-muwajjahah. Entah di dunia, ataupun na [...]

    8. Salah satu buku motivasi "ringan" diksi, tetapi "sarat" pesan/amanat. Hanya saja pada bab "Sebatang Rokok Kretek Patah", ada satu hal yang kurang "sreg" bagi saya. Dalam bab tersebut dikemukakan, "Sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (QS. At-Tin [95]:5). Seharusnya itu kutipan dalam Surat Alam Nasyrah/Al-Insyirah [94]:5. Semoga ada revisi ke depannya kalau seandainya buku ini akan dicetak ulang kembali.

    9. Ditulis dengan semacam lugunya orang-orang Maiyah yang penuh hikmah. Mulai dari pelajar hingga karyawan menuliskan (dan diantar Cak Nun) pengalaman hidup yang beririsan dengan lingkungan Maiyah. Saya suka dengan kutipan Cak Nun yang begini: lebih baik saya nyolokin lombok rawit ke mulut orang Maiyah daripada duduk menerangkan dan mengurai panjang lebar tentang makna lombok kepada mereka.

    10. Keikhlasan Induk Ayam & Sarjana Sekolahan dan Sarjana Kehidupan adalah tulisan yang saya nikmati di dalam buku ini, buku yang kembali mengingatkan saya untuk memperbaiki diri dan membaca diri berulang-ulang, ribuan kali.

    11. buku saku yang selesai baca sekali duduk dalam perjalanan menuju jakarta dari yogyakarta. "Sebatang Rokok Kretek Patah" dan "Jalan Wates Gang Barokah" adalah dua dari beberapa tulisan yang saya suka di dalam buku kecil ini.

    12. Orang Maiyah, sebuah kumpulan-kalo bisa dibilang-pegikut Cak Nun, adalah mereka yang belajar untuk mengenal diri sendiri sebelum melakukan hal-hal besar.Karena ketika hal besar dilakukan terlalu jauh tanpa mengenal diri dan alam, yang ada hanyalah kehampaan tujuan dan cita-cita.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *